Kamis, 12 Januari 2017

Makalah Web Programming Semester 5 BSI



LAYANAN TIKET ONLINE DESTINASI OBJEK PARIWISATA DI PROPINSI BANTEN
TUGAS WEB PROGRAMMING  KELOMPOK 10
Diajukan Untuk Memenuhi Nilai UAS pada Semester 5 Mata Kuliah
 Web Programming
Kelompok :
Abdul Muis
12142888
Mukromah
12140744
Eeng S.Y.Y
12144984
Susisanti Lbn Gaol
12146789
Wirantika Oktaviani
12140537
Turyadi
12140290

Program Studi Manajemen Informatika dan Komputer
Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika
Tangerang
2016



KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat  menyelesaikan tugas materi Web Programming dengan baik. Adapun judul tugas Web kami adalah “ Destinasi Objek Wisata di Propinsi Banten ”.
Tidak lupa Kami  menyampaikan ucapan banyak terimakasih kepada :
1.    Ibu Ika Yuniva, M. Kom selaku pengampu materi studi Web Programming kelas 12.5E.03 Akademi         Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika.
2.      Kak Briliyan dan kak Adi selaku Asisten Dosen web programming kelas 12.5E.03.
3.     Teman-teman kelas 12.5E.03
Akhirnya Kami berharap semoga WEB ini bermanfaat bagi semua pihak yang membantu, meskipun dalam laporan ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu kritik dan saran membangun tetap penulis harapkan.

Tangerang, 02 November 2016
 Penulis





DAFTAR ISI

Judul halaman...............................................................................................................        
Kata Pengantar.............................................................................................................       
Daftar Isi......................................................................................................................       
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang dan Masalah.................................................................................        
1.2. Maksud dan Tujuan...............................................................................................       
1.3. Ruang Lingkup......................................................................................................        
1.4. Sistematika Penulisan............................................................................................        
BAB II LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Program..........................................................................................       
2.2. Teori Pendukung...................................................................................................      
BAB III PEMBAHASAN
3.1.    Analisa Kebutuhan.............................................................................................      
3.2.    Perancangan Perangkat Lunak...........................................................................      
3.2.1. Rancangan Antar Muka......................................................................................      
3.2.2. Rancangan  Basis Data.......................................................................................     
3.2.3. Rancangan Struktur Navigasi.............................................................................     
3.3. Implementasi dan Pengujian Unit.........................................................................     
3.3.1. Implementasi .....................................................................................................     
3.3.2. Pengujian Unit/Verifikasi...................................................................................     
BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan............................................................................................................     
4.2. Saran......................................................................................................................     


BAB I  PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
            Bangsa Indonesia tidak hanya dikaruniai tanah air yang memiliki keindahan alam yang melimpah, tetapi juga mempunyai daya tarik sangat mengagumkan. Keadaan flora dan fauna, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan sumber daya dan modal yang besar artinya bagi usaha penanganan dan peningkatan kepariwisataan.
            Pengembangan pariwisata Indonesia menggunakan konsep pariwisata budaya yang dirumuskan dalam Undang-Undang Pariwisata Nomor 09 Tahun 1990 yang menyatakan bahwa “kepariwisataan mempunyai peranan penting untuk memperluas dan meratakan kesempatan berusaha untuk membuka lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah, memperbesar pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat serta memupuk rasa cinta tanah air, memperkaya kebudayaan nasional, dan memantapkan pembinaannya dalam rangka memperkukuh jati diri bangsa dan mempererat persahabatan antar bangsa”.
            Pariwisata merupakan salah satu sektor andalan pemerintah untuk memperoleh devisa dari penghasilan non migas. Sumbangan pariwisata bagi pembangunan nasional, selain menyumbangkan devisa bagi negara, pariwisata juga mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan nasional, yaitu: memperluas lapangan usaha, memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah, mendorong pelestarian dan pengembangan budaya bangsa, memperluas wawasan nusantara, mendorong perkembangan daerah, mendorong pelestarian lingkungan hidup, memperluas wawasan nusantara dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.
            Dipilihnya pariwisata sebagai salah satu sumber devisa karena pariwisata oleh para ahli ekonomi dianggap sebagai “Industri Tanpa Cerobong Asap”. Namun demikian tidak berarti bahwa pariwisata tidak mendatangkan bahaya yang dapat menimbulkan resiko. Salah satu resiko yang dihadapi oleh industri pariwisata adalah perubahan kebudayaan masyarakat sekitar obyek wisata yang diakibatkan munculnya kebudayaan yang dibawa oleh pendatang atau wisatawan.
            Hal ini relevan dengan Propinsi Banten  yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Jawa bagian barat yang memiliki potensi kepariwisataan yang sangat mengagumkan. Dan dengan didukungnya pemerintahan daerah yang senantiasa mengajak para masyarakat untuk selalu menjaga alam yang sudah menjadi titipan Yang Maha Kuasa.
            Selama bertahun-tahun Indonesia telah menempatkan pembangunan ekonomi sebagai indikator keberhasilan pembangunan. Semua aspek kehidupan dirancang hanya untuk memenuhi kepentingan ekonomi, yaitu dengan mengejar pertumbuhan ekonomi setinggi mungkin tanpa melihat akibat yang muncul terhadap perkembangan pendidikan.
Dalam aspek-aspek lain selain pendidikan, lingkungan dan sosial budayapun juga dikorbankan demi kepentingan ekonomi. Padahal, menurunnya pendidikan sangat berhubungan dengan moral (akhlak) para pengunjung dan juga masyarakat yang bertempat tinggal disekitar lingkungan obyek wisata, misalnya dalam hal perbuatan Asusila di tempat pariwisata maupun di tempat umum yang sekarang dianggap sudah tidak tabu lagi, hal ini diakibatkan karena kurangnya perhatian orang tua, masyarakat, maupun pemerintah terhadap pendidikan agama. Selain berakibat negatif pada aspek lingkungan, sosial, dan akhlak, obyek wisata sekarang juga menjadi obyek yang strategis bagi Pekerja Seks Komersial (WTS). Timbulnya kemaksiatan yang diakibatkan oleh degradasi moral, berdirinya rumah-rumah penginapan dan juga warung remang-remang yang memasang tarif murah mengakibatkan menurunnya akhlak remaja. Sehingga yang dulunya obyek wisata sebagai tempat bermain atau berkunjung bagi anak-anak maupun remaja sekarang preman atau wisatawan yang suka melacur juga ikut andil untuk mendatangi obyek wisata dengan tujuan tertentu.
Tidak bisa dipungkiri bahwa berkembangnya pariwisata disamping memberikan keuntungan juga memberikan kerugian-kerugian. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata harus terencana supaya hubungan antara obyek wisata dengan masyarakat maupun pengunjung dapat memaksimalkan hasil yang positif dan hubungan yang bersifat negatif dapat ditekan seminimal dan sedini mungkin.
1.2.  Maksud dan Tujuan
1. mempratekkan materi kuliah dalam merancang dan membuat suatu website.
2. Untuk memberikan sebuah gambaran bahwa dalam mempelajari dan membuat web
     menggunakan PHP sebenarnya tidak terlalu sulit.
3. Agar pengguna internet pada khususnya dapat lebih mengembangkan potensi diri,
    dan tidak hanya sebagai pengguna saja tetapi dapat berperan sebagi pembuat suatu
     alamat web (homepage) yang dinamis.
4. mengenalkan masyarakat luas tentang destinasi objek wisata di Propinsi Banten
5. memudahkan masyarakat dalam memesan tiket objek wisata di Propinsi Banten tanpa antri         di lokasi.
1.3. Ruang Lingkup
1. Home
2. Profil
3. Cara Pemesanan
4. Wisata
5. Box Order
6. Hubungi Kami
1.4. Sistematika Penulisan
1. Bab I Pendahuan
(latar belakang masalah, maksud dan tujuan, ruang lingkup, sistematika penulisan).
2. Bab II Landasan Teori (konsep dasar program, teori pendukung)
3. Bab III Hasil Pembahasan
4. Bab IV Kesimpulan dan Saran


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1.   Konsep Dasar Program
          Lahirnya internet dan website menjawab kebutuahan manusia akan teknologi saat ini, mendorong pola pikir mereka untuk terus meningkatkan standar kebutuhan informasi dan telekomunikasi. Bukan hanya perusahaan atau instansi pemerintahan saja, tetapi hampir semua organisasi yang ada, telah menggunakan media informasi berbasis website karna dinilai lebih efisien dan mudah diakses dimana saja. Sehingga hal ini lebih memudahkan dalam proses pencarian informasi, transfer data,atau promosi.

A.      Website
Menurut Sidik dkk. (2007:1) World wide web (WWW), lebih dikenal dengan web, merupakan salah satu layanan yang didapat oleh pemakai komputer yang terhubung keinternet. Web pada awalnya adalah ruang informasi dalam internet, dengan menggunakan  hyperteks pemakan di tuntun untuk menemukan informasi dengan mengikuti link yang disediakan.

1.              Internet
        Internet berasaal dari kata internasional networking yang artinya jaringa internasional (luas dan mendunia). Jaringan tersebut terbentuk dari banyaknya jaringan terkecil yang saliaang tergabung menjadi satu jaringan komputer Madcoms (2010:4).
2.       Browser Web
Menurut Madcoms (2007:5) “Browser web adalah softwere yang digunakan untuk menampilkan informasi dari server web. Softwere ini kini telah dikembangkan dengan menggunakan user interface grafis, sehingga pemakai dapat dengan melalakukan ‘point’ dan ‘clicek’  untuk auto dokumen”.
3.               Server Web
 Server Web adalah server internet yang digunakan sebagai koneksi dan transfer data. Ketika anda browsing  Internet, browser anda bertindak sebagai klien yang akan disambungkan kepada Server Web dan Server Web akan  kembali menampilkan informasi dari satu situs Saputra (2010:2).

B.        Bahasa Pemograman
Menurut Junaidi (2005:12) Perkembangan bahasa pemograman web pertama   kali diawali dengan diluncurkannya HTML (Hyperteks Markup Laguage), yang masih statis.kemudian bahasa ini dikembangkan  denagan adanya CSS (Cascading Style Sheet) yang dapat memperindah tampilan website. Semakin berkembangnya bahasa pemograman web maka muncullah bahasa pemograman yang dapat berjalan pada system operasi windows sekaligus pada system operasi UNIX yaitu PHP ( PHP Hypertext Prepocessor).

1.        HTML
Menurut Sidik dkk. (2007:1) “HTML kependekan dari Hyper Text Markup Laguage. Dokumen HTML adalah file teks murni yang dapat dibuat dengan editor teks sembarang. Dokumen ini disebut sebagai web page. Dokumen HTML merupakan dokumen yang disajikan  dalam browser web.”
a.          CSS
   Cascading Style Sheet (CSS) adalah satu kumpulan kode-kode untuk memformat, yang mengandalkan satu tampilan isi pada halaman web. Penggunaan style CSS pada format satu halaman diletakan terpisah dari tampilan halaman. Isi dari halman kode HTML anda terletak di dalam file HTML, sedangkan kode CSS dapat berupa tampilan kode yang berada dalam file lain atau salah satu bagian dari dokumen HTML, dan biasanya diletakan dibagian kepala atau tag <head>.

b.         JavaScript
Menurut Wahana computer (2012:2) “JavaScipt merupakan salah satu bahasa script yang dijalankan pada sisi client, yaitu browser. JavaScript memungkinkan anda untuk membuat aplikasi lebih menarik dan juga menambah kemampuan yang lebih pada website anda.”
2.        PHP
Menurut supriono (2008:17) PHP merupakan kependekan dari kata Hypertext Preprocesor. PHP tergolong sebagai perangkat lunak open sorce yang diatur dalam aturan general purpose licenci (GPL). Pemograman php sangat cocok dikembangkan dalam lingkungan web, php bias diletakan pada scrip HTML atau sebaliknya. PHP digunakan untuk pengembangan web dinamis. Maksudnya, PHP mampu menghasilkan website yang secara terus menerus hasilnya bias berubah-ubah sesuai dengan pola yang diberikan.

a.          Adobe Dreamweaver CS5
     Menurut Madcomes (2010:1) Dreamweaver CS5 merupakan softwere aplikasi yang digunakan sebagai HTML editor personal untuk mendesain web secara visual. Aplikasi ini juga yang dikenal dengan istilah WYSIWYG (What You See What You Get), yang intinya adalah bahwa anda tidak harus berurusan dengan tag HTML untuk membuat sebuah situs. Selain itu, Dreamweaver CS5 juga membeikan keleluasan kepada anda untuk menggunakan sebagai media penulisan bahasa pemograman web.



C.      Basis Data
 Menurut fathansyah (2007:2) “ Basis data terdidri dari dua kata, yaitu Basis dan Data. Basis dapat diartikan sebagai markas atau gudang tempat bersarang atau berkumpul. Sedangkan Data adalah referensi fakta dunia nyata yang mewakili satu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, planggan).”
1.          MySQL
Menurut Wahana Komputer (2010:5) “MySQL adalah program database yang mampu mengirim dan menerima data dengan cepat dan multi user. “
2.         XAMPP
Xampp adalah perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program. Xampp adalah software web server yang terdiri dari Apache, MySQL, PHP dan phpMyAdmin”.Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri (localhost) simarmata dan paryudi (2010:1).
D.      Model Pengemangan Perangkat Lunak
Menurt Rosa dan Salahudin (2011:24-27) SDLC atau Softwere Development Life Cycle atau sering disebut juga System Development Life Cycle adalah proses pengembangan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan model-model dan metodologi yang digunakan orang untuk mengembangkan sistem-sistem perangkat lunak sebelumnya (berdasarkan best practice atau cara-cara sudah teruji baik).



1.             Model Waterfall



Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut sikuensial linier (sequential linear) atau alur hidup kelasik (classic life cycle). Model air terjun menyediakan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisa, desain, pengodean, pengujian, dan tahap pendukung (support). Berikut adalah model gambar air terjun:
1.             Analis Kebutuhan perangkat lunak
Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara interaktif untuk mensfesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user.
2.             Desain
Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, reperesentasi, dan prosedur pengodoan.
3.             Pembuatan kode program
Desain harus ditraslisasikan kedalam program perangkat lunak. Hasil dari tahapan ini adalah program computer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahapan desain.
4.             Pengujian
Penguian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian telah teruji.

2.2.   Teori Pendukunng  
Merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan simbol-simbol, lambang-lambang, diagram-diagram yang menunjukan secara tepat arti dan fungsinya.


A.  Struktur Navigasi
Menurut Prihatna (2005:51) Struktur Navigasi adalah “Susunan menu atau hirarki dari suatu situs yang menggambarkan isi dari setiap halaman dan link atau navigasi tiap halaman pada suatu situs web”. Berikut bentuk dasar dari struktur navigasi adalah sebagai berikut
1.         Linear
Linear (satu alur) merupakan struktur yang hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurut. Dengan kata lain struktur ini hanya dapat menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya.
2.          Hierarchical (Hirarki)
Struktur Hierarchi (bercabang) ini percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu. Tampilan pada menu pertama akan disebut sebagai Master Page (halaman utama kesatu), halaman utama ini akan mempunyai halaman percabangan yang dikatakan Slave Page (halaman pendukung). Jika salah satu halaman pendukung dipilih atau diaktifkan, maka tampilan tersebut akan bernama Master Page (halaman utama kedua), dan seterusnya.Yang terpenting dari struktur penjejakan ini tidak diperkenankan adanya tampilan secara linear.
3.         Non Linear (Tidak Berurut)
Struktur  penjejakan Non Linear  (tidak berurut) merupakan pengembangan dari struktur  penjejakan  Linear. Pada struktur ini diperkenankan membuat penjejakan bercabang. Pemakai bebas menelusuri website tanpa dibatasi oleh suatu rute dimana kontrol navigasi dapat mengakses ke semua halaman manapun. Percabangan yang dibuat pada struktur Non Linear ini berbeda dengan percabangan pada struktur Hierarchi, karena pada percabangan Non Linear ini walaupun terdapat percabangan, tetapi tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama tidak ada Master Page dan Slave Page.



4.             Composite (Campuran)
Composite (campuran) atau disebut juga struktur penjejakan bebas merupakan gabungan dari ketiga struktur sebelumnya yaitu Linear, Non Linear dan Hierarchi. Jika suatu tampilan membutuhkan percabangan, maka dapat dibuat percabangan, dan bila dalam percabangan tersebut terdapat suatu tampilan yang sama kedudukannya maka dapat dibuat struktur Linear dalam percabangan tersebut.Setiap struktur peta penjejakan seperti yang baru di bahas mempunyai fungsi dan tujuan tersendiri, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk.

B.  Entity Relationship Diagram
Menurut fathansyah (2007b:70-77) “Pemakaian istilah ‘Model Keterhubungan-Entitas’ dalam dahasa Indonesia dapat digunakan sebagai pandangan dari istilah asing: Entity Relationship Diagram (E-R Model).” Akan tetapi, istilah Model Entity Relationship telah demikian popular/umum digunakan dalam berbagai pembahasan tentang analisis atau perancangan basis data.”
1.             Entitas (Entity)
Entitas merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain.
2.             Atribut (Attributes/properties)
Setiap entitas pasti memiliki atribut yang mendeskripsikan karakteristik (properti) dari entitas tersebut. Sebagai mana telah disebutkan sebelumnya, penentuan atau pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah Entitas merupakan hal penting lainnya dalam pembentukan model data.
3.              Relasi (Relationship)
relasi menunjukan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan yang berbeda. Misalnya himpunan mahasiswa denagn nim =’980001’ dan nama_mhs ‘Ali Akbar’ (yang ada dihimpunan entitas mahasiswa) mempunyai relasi dengan entitas sebuah matakuliah dengan kode_kul =’IF-110’ dan nama_kul = ‘Struktur Data’. Relasi dari kedua entitas tadi mengandung arti bahwa mahasiswa tersebut sedang mengambil atau mempelajari matakuliah tersebut disebuah perguruan tinggi.

C. Derajat Relationship
 Derajat dari relationshp menjelaskan jumlah entity yang berpartisipasi  dalam suatu relationship. Terdapat tiga jenis derajat dari  relationship, unary degree (derajat satu), binary degree (derajat dua) dan ternary degree (derajat tiga).

D. LRS (Logical Record Structure)
Menurut Ladjamudin (2006:210) “terdapat dua aturan dalam melakukan transformasi E-R Diagram ke Logical Record Structure (LRS).” Dua aturan tersebut yaitu:
1.       Setiap entity akan diubah ke bentuk sebuah kotak dengan nama entity berada di luar kotak dan atribut berada di dalam kotak.
2.   Sebuah relasi kadang disatukan dalam sebuah kotak bernama entity, kadang dipisah dalam sebuah kotak tersendiri.
Aturan pokok di atas akan sangat dipengaruhi oleh elemen yang menjadi titik perhatian utama pada langkah transformasi yaitu cardinality/kardinalitas.

E.     Pengujian Web
          Pengujian adalah proses pemeriksaan atau evaluasi sistem atau komponen sistem untuk memperifikasi apakah sistem yang di buat sudah memenuhi dari kebutuhan yang dispesifikasikan atau perbedaan hasil yang diharapkan  dengan hasil yang terjadi
1.             Black box Testing
Menurut Harianto (2007:379), “konsep kotak hitam digunakan untuk mereperensikan sistem  yang cara kerja di dalamnya tidak tersedia untuk diinpeksi. Di dalam kotak hitam item-item yang diuji dianggap “gelap” Karena logika tidak diketahui, yang diketahui hanya apa yang masuk dan apa yang keluar dari kaotak hitam.”



BAB III
PEMBAHASAN

1.1         Analisa kebutuhan
Dengan adanya website ini, penulis mengharapkan adanya suatu kemudahan fasilitas dalam memberikan informasi lapangan yang diberikan website ini kepada masyarakat luas. Maka dari itu dalam penyusunan tugas Web Programming ini analisa kebutuhan yang dibahas adalah dari sisi pengguna bisa memperoleh informasi serta memesan tiket objek wisata khususnya Proinsi Banten secara online, sedangkan dari sisi administrator web mempunyai peranan untuk pengelolaan data sumber, mengelola data informasi, mengelola data pemesanan dan kategori data yang lain.
1.2         perancangan perangakat lunak
Adapun perancangan lunak penulis gunakan dalam pembuatan website ini adalah sebagai berikut:
3.2.1 Rancangan Antar Muka
Pada rancangan antar muka (interface) ini penulis akan menggambarkan semua rancangan tampilan yang ada pada website.
A.        Rancangan antar Muka login Admin
Gambar III.16 .Rancangan Antar Muka Login Admin

B.          Rancangan Antar Muka Beranda Admin
Gambar III.17.Rancangan Antar Muka Beranda Admin
C.        Rancangan Antar Muka Daftar  Member
      GambarIII.18.Rancangan Antar Muka Daftar Member

D.            Rancangan Antar Muka Login  Member

Gambar III.19.Rancangan Antar Muka Login  Member
E.        Rancangan Antar Muka Pemesanan Tiket
Gambar III.20.Rancangan Antar Muka Pemesanan Tiket



G.     Rancangan Antar Muka Data Pemesanan
Gambar III.21. Rancangan Antar Muka Data Pemesanan

H.     Rancangan Antar Muka Konfirmasi Pembayaran
Gambar III.22.Rancangan Antar Muka Konfirmasi Pembayaran

I.     Rancangan Antar Muka Komentar
Gambar III.23.Rancangan Antar Muka Komentar


3.2.2.  Rancangan Basis Data
A.     Entity Relationship Diagram (ERD)

Gambar III. 24. Entity Relationship Diagram (ERD)



B.     Logical Relation Strukture (LRS)

Gambar III.25. Logical Relation Strukture (LRS)

B.        Spesifikasi File
1.    Spesifikasi File
Nama file                              : File Admin
Akronim                                : Admin
Fungsi                                   : Untuk menyimpan file admin
Tipe File                                : File master
Organiksasi                           : Index sequential
Akses File                             : Random
Media                                                : Hardisk
Panjang Record                     : 26 karakter
Kunci Field                            : Password
Software                                : Mysql

Tabel III. 26.Spesifikasi File Admin
No
Elemen data
Nama Field
Type
Size
Ketrangan
1
Username
Username
Varchar
18

2
Password
Password
varchar
8
Primary key





2.         Spesifikasi File Member
Nama file                       : File Member
Akronim                                    : Member
Fungsi                            : Menyimpan data Member
Type File                                    : File Master
Organisasi File               : Index Squential
Akses File                      : Random
Media                             : Harddisk
Panjang Record              : 118 Karakter
Media                             : Harddisk
Kunci Field                    : _
Software                                    : Mysql

Table III.27. Spesifikasi File Member
No
Elemen data
Nama Field
Type
Size
Keterangan
1
Nama_lengkap
Nama_lengkap
varchar
100

2
username
username
varchar
50

3
password
password
Varchar
50

4
alamat
alamat
Varchar
100

5
No_telp
No_telp
Varchar
14

6
Email
Email
Varchar
25


3.         Spesifikasi File Registrasi Member
Nama file                       : FileRegistrasi Member
Akronim                                    : Registrasi Member
Fungsi                            : Menyimpan data Registrasi Member
Type File                                    : File Master
Organisasi File               : Index Squential
Akses File                      : Random
Media                             : Harddisk
Panjang Record              : 91 Karakter
Media                             : Harddisk
Kunci Field                    : Idmember
   Software                                    : Mysql

Table III.28.Spesifikasi FileRegistrasi Member
No
Elemen data
Nama Field
Type
Size
Keterangan
1
Nama_lengkap
Nama_lengkap
varchar
100

2
username
username
varchar
50

3
password
password
Varchar
50

4
alamat
alamat
Varchar
100

5
No_telp
No_telp
Varchar
14

6
Email
Email
Varchar
25


4.         Spesifikasi File Pemesanan
Nama file                       : File Pemesanan
Akronim                                    : Pemesanan
Fungsi                            : Untuk menyimpan data Pemesanan
Tipe File                         : Filepemesanan
Organisasi File               : Index Sequential
Akses File                      :Random
Media                             : Harddisk
 Panjang Record             : 148 Karakter
 Kunci Field                   :  Nopesan
 Software                                   :  Mysql




Tabel III.29.Spesifikasi File Pemesanan
No
Elemen data
Nama Field
Type
Size
Keterangan
1
Id_order
Id_order
Int
5
Primary key
2
Id_wisata
Id_wisata
int
10

3
Nama_pemesan
Nama_pemesan
varchar
100

4
alamat
Alamat
Varchar
50

5
email
email
Varchar
50

6
Status_order
Status_order
enum


7
Tgl_order
Tgl_order
date


8
Jam_order
Jam_order
time


9
Id_kota
Id_kota
int
3

10
Total_bayar
Total_bayar
int
11



5.             Spesifikasi File Konfirmasi Pembayaran
Namafile                                  : Konfirmasi Pembayaran
Akronim                                  : Konfirmasi Pembayaran
Fungsi                                      : Untuk menyimpan data Konfirmasi Pembayaran
Tipe File                                  : File transaksi
Organisasi file                          : Index sequential
Akses File                                : Random
Media                                      : Hardisk
Panjang Record                                    : 159 Karakter
Kunci Field                              : No_konfirmasi
Software                                  : Mysql

No
Elemen data
Nama Field
Type
Size
Keterangan
1
Id_konfirmasi
Id_konfirmasi
int
11

2
Id_orders
Id_orders
int
11

3
Bank
bank
varchar
100

4
Total_bayar
Total_bayar
int
11

5
Tgl_bayar
Tgl_bayar
date


6
Rek_pengirim
Rek_pengirim
varchar
20

7
Pemilik_rek
Pemilik_rek
varchar
50

Tabel III.31. Spesifikasi File Konfirmasi Pembayaran



3.2.3.      Rancangan Struktur Navigasi
     Struktur navigasi website digunakan untuk menggambarkan secara garis besar isi seluruh situs web dan menggambarkan hubungan antara isi - isi tersebut. Pembuatan struktur navigasi ini akan sangat membantu nantinya ketika akan membuat rancangan seluruh halaman website. Dalam pembuatan website ini penulis menggunakan struktur  navigasi campuran  sebagai berikut:


                             Tabel III.32.Struktur Navigasi Halaman Admin

                             Tabel III. 33.Struktur Navigasi Halaman User

3.3.  Implementasi dan Pengajuan Unit
3.3.1. Implentasi
A.      Implementasi Rancangan Antar Muka
1.  Halaman Login Admin
Admin harus melakukan login terlebih dahulu untuk dapat masuk ke halaman admkinistarator, berikut tampilan login admin pada website.

1.    Halaman Member
Untuk dapat melakukan pesanan lapangan diwebsite ini, Jika sudah member bisa langsung Login member diwebsite kami untuk memesan lapangan


2.      Halaman Registrasi Member
Untuk dapat melakukan pemesanan lapangan diwebsite ini diperbolehkan menjadi member, maka jika belum mendaftar menjadi member,bisa mendaftarkan diri  dahulu



3.    Halaman Pemesanan
Untuk dapat melakukan pemesanan lapangan diwebsite ini, pengunjung dapat mengisi daftar pemesanan yang telah disediakan.




4.    Halaman Lapangan
Untuk dapat melihat kategori wisata diwebsite ini, pengunjung dapat memasuki menu pilian objek Wisata  yang telah disediakan.


5.      Halaman Data Pemesanan
Sebelum melakukan pembayaran terlebih dahulu  melakukan pengisian data pemesanan melalui Data Pemesanan yang disediakan website






6.    Halaman Konfirmasi Pembayaran
Setelah melakukan pemesanan user terlebih dahulu  melakukan konfirmasi pembayaran melalui konfirmasi pembayaran yang disediakan website




7.    Halaman Komentar
     Untuk memberikan masukan ke admin, maka user bisa memberikan komentarnya disini, sesuai dengan harapan si user dan admin




B.   Spesifikasi Sistem Komputer
          Berikut ini adalah spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak minimum yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan aplikasi penyewaan futsal diwebsite.
1.    Spesifikasi Perangkat keras
a.         Spesifikasi Perangkat Keras
1)        CPU
(a)      Prosessor Intel Pentium Core I3
(b)     RAM DDR3 2GB
(c)      HardDisk 500 GB
(2) Mouse
(3) Keyboard
(4)Monitor dengan resolusi layar minimum 1024x768
(5)Koneksi internet dengan kecepatan 2 Mbps
b.Client
1) Prosessor Intel Pentium 4
2) RAM DDR3 2GB
3) Keyboard
4) Monitor dengan resolusi layar minimum 1024x768
5) Koneksi internet dengan kecepatan 56 kbps2. 
1)Sistem operasi yang digunakan adalah Microsoft Windows.
2)Aplikasi bundle web server yang digunakan adalah Xampp yang terdiri dari beberapa komponen yaitu :
(a) Aplikasi Mysql Server v5
(b)Apache Server
(3)Aplikasi web browser yang digunakan Mozila FireFox,Opera,InternetExplorer,Google Chrome dan Touch.
b. Client
1) Sistem operasi yang umum digunakan adalah Microsoft Windows atau Linux
2)Aplikasi webbrowser seperti Mozila Firfox,Internet Explorer,Google Chrome danTouch.       
    
3.3.2. Pengujian Unit
          Pengujian terhadap program yang dibuat menggunakan black box testing yang focus terhadap masukan dan keluaran program.
A.      Pengujian Terhadap Form Login Admin

Tabel III.34. Hasil Pengujian BlackBox Testing Halaman Login Admin

No
Skenario
Pengujian
Test Case
Hasil yang diharapkan
Hasil Pungujian
Kesimpulan
1
Username dan password tidak diisi kemudian klik tombol login
Username
(kosong)
PasswordLkosong)
Sistem akan menolak akses user dan menampilkan pesan error
Sesuai harapan
Valid
2
Mengetikan username dan password tidak diisi(kosong)
Diisi kemudian klik tombol login
Username :isi
Password
(kosong)
Sistem akan
Menolak akses user dan menampilkan harapan isi bidang ini
Sesuai harapan
valid
3
Username tidak diisi(kosong)password diisi kemudian klik tombol login
Username: isi
Password
(kosong)
Sistem akan menolak Seakses user dan menampilkan harap isi
Sesuai
harapan
Valid
4
Mengetikan salah satu kondisi salahpada username atau password kemudian klik tombol login
Username:
(isi)
Password (isi salah)
User dan menampilkan”Gagal login cek koneksi”




5
Mengetikan username dan password dengan data yang benar kemudian klik tombol login
Username:
(isi benar)
Password(isi benar)
Sistem menerima akses” login dan kemudian langsung menampilkan”sukses login
Sesuai harapan
valid



BAB IV PENUTUP

4.1. Kesimpulan
            Berdasarkan pembahasan yang dilakukan pada bab sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan yaitu:
1.      Sistem informasi pariwisata yang dikembangkan dapat dijadikan alat bantu dalam pengelolaan data objek dan layanan wisata yang ada di Propinsi Banten.
2.      Dengan memanfaatkan sistem informasi pariwisata ini, promosi pariwisata Propinsi Banten dapat diakses dimanapun melalui internet.
3.      Dengan pengoperasian sistem pariwisata yang secara online ini dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Propinsi Banten.
4.2. Saran
Berdasarkan pengoperasian sistem informasi pariwisata ini kami penulis mengemukakan saran-saran yang sekiranya dapat bermanfaat bagi pemilik dan pemakai yaitu:
1.    Agar sistem ini lebih sempurna diperlukan pengembangan  lebih lanjut terutama dalam faslitas-fasilitas web yang lebih lengkap seperti email, chart-room, dan video streaming.
2.    Perlunya dikembangkan sistem keamanan, agar web yang sudah disediakan dapat terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.