LAYANAN TIKET
ONLINE DESTINASI OBJEK PARIWISATA DI PROPINSI BANTEN
TUGAS WEB
PROGRAMMING KELOMPOK 10
Diajukan Untuk Memenuhi Nilai UAS pada Semester 5 Mata
Kuliah
Web Programming
Kelompok :
Abdul Muis
|
12142888
|
Mukromah
|
12140744
|
Eeng S.Y.Y
|
12144984
|
Susisanti Lbn Gaol
|
12146789
|
Wirantika Oktaviani
|
12140537
|
Turyadi
|
12140290
|
Program Studi Manajemen
Informatika dan Komputer
Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika
Tangerang
2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat
Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya, sehingga
penulis dapat menyelesaikan tugas materi Web Programming dengan baik. Adapun judul tugas Web kami adalah “ Destinasi
Objek Wisata di Propinsi Banten ”.
Tidak lupa Kami menyampaikan ucapan banyak terimakasih kepada :
1. Ibu Ika Yuniva,
M. Kom selaku pengampu materi studi Web Programming kelas 12.5E.03 Akademi
Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika.
2.
Kak Briliyan dan
kak Adi selaku Asisten Dosen web programming kelas 12.5E.03.
3.
Teman-teman
kelas 12.5E.03
Akhirnya Kami
berharap semoga WEB ini bermanfaat bagi semua pihak yang
membantu, meskipun dalam laporan ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena
itu kritik dan saran membangun tetap penulis harapkan.
Tangerang, 02 November
2016
Penulis
DAFTAR ISI
Judul
halaman...............................................................................................................
Kata
Pengantar.............................................................................................................
Daftar Isi......................................................................................................................
BAB
I PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang dan Masalah.................................................................................
1.2.
Maksud dan Tujuan...............................................................................................
1.3.
Ruang Lingkup......................................................................................................
1.4.
Sistematika Penulisan............................................................................................
BAB
II LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Program..........................................................................................
2.2. Teori Pendukung...................................................................................................
BAB
III PEMBAHASAN
3.1. Analisa
Kebutuhan.............................................................................................
3.2. Perancangan
Perangkat Lunak...........................................................................
3.2.1. Rancangan Antar Muka......................................................................................
3.2.2. Rancangan Basis
Data.......................................................................................
3.2.3. Rancangan Struktur Navigasi.............................................................................
3.3. Implementasi dan Pengujian Unit.........................................................................
3.3.1. Implementasi .....................................................................................................
3.3.2. Pengujian Unit/Verifikasi...................................................................................
BAB
IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan............................................................................................................
4.2. Saran......................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
1.1. Latar Belakang Masalah
Bangsa
Indonesia tidak hanya dikaruniai tanah air yang memiliki keindahan alam yang melimpah,
tetapi juga mempunyai daya tarik sangat mengagumkan. Keadaan flora dan fauna,
peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni dan budaya yang dimiliki
bangsa Indonesia merupakan sumber daya dan modal yang besar artinya bagi usaha
penanganan dan peningkatan kepariwisataan.
Pengembangan pariwisata Indonesia menggunakan konsep pariwisata budaya yang dirumuskan dalam Undang-Undang Pariwisata Nomor 09 Tahun 1990 yang menyatakan bahwa “kepariwisataan mempunyai peranan penting untuk memperluas dan meratakan kesempatan berusaha untuk membuka lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah, memperbesar pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat serta memupuk rasa cinta tanah air, memperkaya kebudayaan nasional, dan memantapkan pembinaannya dalam rangka memperkukuh jati diri bangsa dan mempererat persahabatan antar bangsa”.
Pariwisata merupakan salah satu sektor andalan pemerintah untuk memperoleh devisa dari penghasilan non migas. Sumbangan pariwisata bagi pembangunan nasional, selain menyumbangkan devisa bagi negara, pariwisata juga mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan nasional, yaitu: memperluas lapangan usaha, memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah, mendorong pelestarian dan pengembangan budaya bangsa, memperluas wawasan nusantara, mendorong perkembangan daerah, mendorong pelestarian lingkungan hidup, memperluas wawasan nusantara dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Dipilihnya pariwisata sebagai salah satu sumber devisa karena pariwisata oleh para ahli ekonomi dianggap sebagai “Industri Tanpa Cerobong Asap”. Namun demikian tidak berarti bahwa pariwisata tidak mendatangkan bahaya yang dapat menimbulkan resiko. Salah satu resiko yang dihadapi oleh industri pariwisata adalah perubahan kebudayaan masyarakat sekitar obyek wisata yang diakibatkan munculnya kebudayaan yang dibawa oleh pendatang atau wisatawan.
Pengembangan pariwisata Indonesia menggunakan konsep pariwisata budaya yang dirumuskan dalam Undang-Undang Pariwisata Nomor 09 Tahun 1990 yang menyatakan bahwa “kepariwisataan mempunyai peranan penting untuk memperluas dan meratakan kesempatan berusaha untuk membuka lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah, memperbesar pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat serta memupuk rasa cinta tanah air, memperkaya kebudayaan nasional, dan memantapkan pembinaannya dalam rangka memperkukuh jati diri bangsa dan mempererat persahabatan antar bangsa”.
Pariwisata merupakan salah satu sektor andalan pemerintah untuk memperoleh devisa dari penghasilan non migas. Sumbangan pariwisata bagi pembangunan nasional, selain menyumbangkan devisa bagi negara, pariwisata juga mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan nasional, yaitu: memperluas lapangan usaha, memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah, mendorong pelestarian dan pengembangan budaya bangsa, memperluas wawasan nusantara, mendorong perkembangan daerah, mendorong pelestarian lingkungan hidup, memperluas wawasan nusantara dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Dipilihnya pariwisata sebagai salah satu sumber devisa karena pariwisata oleh para ahli ekonomi dianggap sebagai “Industri Tanpa Cerobong Asap”. Namun demikian tidak berarti bahwa pariwisata tidak mendatangkan bahaya yang dapat menimbulkan resiko. Salah satu resiko yang dihadapi oleh industri pariwisata adalah perubahan kebudayaan masyarakat sekitar obyek wisata yang diakibatkan munculnya kebudayaan yang dibawa oleh pendatang atau wisatawan.
Hal
ini relevan dengan Propinsi Banten yang
merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Jawa bagian barat yang memiliki
potensi kepariwisataan yang sangat mengagumkan. Dan dengan didukungnya
pemerintahan daerah yang senantiasa mengajak para masyarakat untuk selalu
menjaga alam yang sudah menjadi titipan Yang Maha Kuasa.
Selama
bertahun-tahun Indonesia telah menempatkan pembangunan ekonomi sebagai
indikator keberhasilan pembangunan. Semua aspek kehidupan dirancang hanya untuk
memenuhi kepentingan ekonomi, yaitu dengan mengejar pertumbuhan ekonomi
setinggi mungkin tanpa melihat akibat yang muncul terhadap perkembangan
pendidikan.
Dalam aspek-aspek lain selain pendidikan, lingkungan dan sosial budayapun juga dikorbankan demi kepentingan ekonomi. Padahal, menurunnya pendidikan sangat berhubungan dengan moral (akhlak) para pengunjung dan juga masyarakat yang bertempat tinggal disekitar lingkungan obyek wisata, misalnya dalam hal perbuatan Asusila di tempat pariwisata maupun di tempat umum yang sekarang dianggap sudah tidak tabu lagi, hal ini diakibatkan karena kurangnya perhatian orang tua, masyarakat, maupun pemerintah terhadap pendidikan agama. Selain berakibat negatif pada aspek lingkungan, sosial, dan akhlak, obyek wisata sekarang juga menjadi obyek yang strategis bagi Pekerja Seks Komersial (WTS). Timbulnya kemaksiatan yang diakibatkan oleh degradasi moral, berdirinya rumah-rumah penginapan dan juga warung remang-remang yang memasang tarif murah mengakibatkan menurunnya akhlak remaja. Sehingga yang dulunya obyek wisata sebagai tempat bermain atau berkunjung bagi anak-anak maupun remaja sekarang preman atau wisatawan yang suka melacur juga ikut andil untuk mendatangi obyek wisata dengan tujuan tertentu.
Tidak bisa dipungkiri bahwa berkembangnya pariwisata disamping memberikan keuntungan juga memberikan kerugian-kerugian. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata harus terencana supaya hubungan antara obyek wisata dengan masyarakat maupun pengunjung dapat memaksimalkan hasil yang positif dan hubungan yang bersifat negatif dapat ditekan seminimal dan sedini mungkin.
Dalam aspek-aspek lain selain pendidikan, lingkungan dan sosial budayapun juga dikorbankan demi kepentingan ekonomi. Padahal, menurunnya pendidikan sangat berhubungan dengan moral (akhlak) para pengunjung dan juga masyarakat yang bertempat tinggal disekitar lingkungan obyek wisata, misalnya dalam hal perbuatan Asusila di tempat pariwisata maupun di tempat umum yang sekarang dianggap sudah tidak tabu lagi, hal ini diakibatkan karena kurangnya perhatian orang tua, masyarakat, maupun pemerintah terhadap pendidikan agama. Selain berakibat negatif pada aspek lingkungan, sosial, dan akhlak, obyek wisata sekarang juga menjadi obyek yang strategis bagi Pekerja Seks Komersial (WTS). Timbulnya kemaksiatan yang diakibatkan oleh degradasi moral, berdirinya rumah-rumah penginapan dan juga warung remang-remang yang memasang tarif murah mengakibatkan menurunnya akhlak remaja. Sehingga yang dulunya obyek wisata sebagai tempat bermain atau berkunjung bagi anak-anak maupun remaja sekarang preman atau wisatawan yang suka melacur juga ikut andil untuk mendatangi obyek wisata dengan tujuan tertentu.
Tidak bisa dipungkiri bahwa berkembangnya pariwisata disamping memberikan keuntungan juga memberikan kerugian-kerugian. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata harus terencana supaya hubungan antara obyek wisata dengan masyarakat maupun pengunjung dapat memaksimalkan hasil yang positif dan hubungan yang bersifat negatif dapat ditekan seminimal dan sedini mungkin.
1.2. Maksud dan Tujuan
1.
mempratekkan materi kuliah dalam merancang dan membuat suatu website.
2.
Untuk memberikan sebuah gambaran bahwa dalam mempelajari dan membuat web
menggunakan PHP sebenarnya tidak terlalu
sulit.
3.
Agar pengguna internet pada khususnya dapat lebih mengembangkan potensi diri,
dan tidak hanya sebagai pengguna saja
tetapi dapat berperan sebagi pembuat suatu
alamat web (homepage) yang dinamis.
4.
mengenalkan masyarakat luas tentang destinasi objek wisata di Propinsi Banten
5.
memudahkan masyarakat dalam memesan tiket objek wisata di Propinsi Banten tanpa
antri di lokasi.
1.3. Ruang Lingkup
1.
Home
2.
Profil
3.
Cara Pemesanan
4.
Wisata
5.
Box Order
6.
Hubungi Kami
1.4. Sistematika
Penulisan
1.
Bab I Pendahuan
(latar
belakang masalah, maksud dan tujuan, ruang lingkup, sistematika penulisan).
2.
Bab II Landasan Teori (konsep
dasar program, teori pendukung)
3.
Bab III Hasil Pembahasan
4. Bab IV Kesimpulan dan
Saran
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.
Konsep Dasar Program
Lahirnya internet dan website menjawab kebutuahan manusia akan teknologi saat
ini, mendorong pola pikir mereka untuk terus meningkatkan standar kebutuhan
informasi dan telekomunikasi. Bukan hanya perusahaan atau instansi pemerintahan
saja, tetapi hampir semua organisasi yang ada, telah menggunakan media
informasi berbasis website karna dinilai lebih efisien dan mudah diakses dimana
saja. Sehingga hal ini lebih memudahkan dalam proses pencarian informasi,
transfer data,atau promosi.
A.
Website
Menurut Sidik dkk. (2007:1) World
wide web (WWW), lebih dikenal dengan web, merupakan salah satu layanan yang
didapat oleh pemakai komputer yang terhubung keinternet. Web pada awalnya
adalah ruang informasi dalam internet, dengan menggunakan hyperteks
pemakan di tuntun untuk menemukan informasi dengan mengikuti link yang
disediakan.
1.
Internet
Internet berasaal dari kata internasional networking yang
artinya jaringa internasional (luas dan mendunia). Jaringan tersebut terbentuk
dari banyaknya jaringan terkecil yang saliaang tergabung menjadi satu jaringan
komputer Madcoms (2010:4).
2.
Browser Web
Menurut Madcoms (2007:5) “Browser
web adalah softwere yang digunakan untuk menampilkan informasi dari server web.
Softwere ini kini telah dikembangkan dengan menggunakan user interface grafis,
sehingga pemakai dapat dengan melalakukan ‘point’
dan ‘clicek’ untuk auto dokumen”.
3.
Server Web
Server Web adalah server
internet yang digunakan sebagai koneksi dan transfer data. Ketika anda
browsing Internet, browser anda bertindak sebagai klien yang akan
disambungkan kepada Server Web dan Server Web akan kembali menampilkan
informasi dari satu situs Saputra (2010:2).
B.
Bahasa
Pemograman
Menurut Junaidi (2005:12)
Perkembangan bahasa pemograman web pertama kali diawali dengan
diluncurkannya HTML (Hyperteks Markup Laguage), yang masih
statis.kemudian bahasa ini dikembangkan denagan adanya CSS (Cascading
Style Sheet) yang dapat memperindah tampilan website. Semakin berkembangnya
bahasa pemograman web maka muncullah bahasa pemograman yang dapat berjalan pada
system operasi windows sekaligus pada system operasi UNIX yaitu PHP ( PHP
Hypertext Prepocessor).
1.
HTML
Menurut Sidik dkk. (2007:1) “HTML kependekan dari
Hyper Text Markup Laguage. Dokumen HTML adalah file teks murni yang dapat
dibuat dengan editor teks sembarang. Dokumen ini disebut sebagai web page.
Dokumen HTML merupakan dokumen yang disajikan dalam browser web.”
a.
CSS
Cascading Style Sheet (CSS) adalah
satu kumpulan kode-kode untuk memformat, yang mengandalkan satu tampilan isi
pada halaman web. Penggunaan style CSS pada format satu halaman diletakan
terpisah dari tampilan halaman. Isi dari halman kode HTML anda terletak di
dalam file HTML, sedangkan kode CSS dapat berupa tampilan kode yang berada
dalam file lain atau salah satu bagian dari dokumen HTML, dan biasanya
diletakan dibagian kepala atau tag <head>.
b.
JavaScript
Menurut
Wahana computer (2012:2) “JavaScipt merupakan salah satu bahasa script yang
dijalankan pada sisi client, yaitu browser. JavaScript memungkinkan anda untuk
membuat aplikasi lebih menarik dan juga menambah kemampuan yang lebih pada
website anda.”
2.
PHP
Menurut
supriono (2008:17) PHP merupakan kependekan dari kata Hypertext Preprocesor.
PHP tergolong sebagai perangkat lunak open sorce yang diatur dalam
aturan general purpose licenci (GPL). Pemograman php sangat cocok dikembangkan
dalam lingkungan web, php bias diletakan pada scrip HTML atau
sebaliknya. PHP digunakan untuk pengembangan web dinamis. Maksudnya, PHP mampu
menghasilkan website yang secara terus menerus hasilnya bias berubah-ubah
sesuai dengan pola yang diberikan.
a.
Adobe Dreamweaver CS5
Menurut Madcomes (2010:1) Dreamweaver CS5 merupakan softwere aplikasi
yang digunakan sebagai HTML editor personal untuk mendesain web secara visual.
Aplikasi ini juga yang dikenal dengan istilah WYSIWYG (What You See What You
Get), yang intinya adalah bahwa anda tidak harus berurusan dengan tag HTML
untuk membuat sebuah situs. Selain itu, Dreamweaver CS5 juga membeikan
keleluasan kepada anda untuk menggunakan sebagai media penulisan bahasa
pemograman web.
C. Basis Data
Menurut fathansyah (2007:2) “ Basis data
terdidri dari dua kata, yaitu Basis dan Data. Basis dapat diartikan
sebagai markas atau gudang tempat bersarang atau berkumpul. Sedangkan Data
adalah referensi fakta dunia nyata yang mewakili satu objek seperti manusia
(pegawai, siswa, pembeli, planggan).”
1.
MySQL
Menurut Wahana Komputer (2010:5) “MySQL adalah
program database yang mampu mengirim dan menerima data dengan cepat dan multi
user. “
2.
XAMPP
Xampp adalah perangkat lunak bebas, yang
mendukung banyak sistem operasi, merupakan
kompilasi dari beberapa program. Xampp
adalah software web server yang
terdiri dari Apache, MySQL, PHP dan phpMyAdmin”.Fungsinya adalah sebagai server yang
berdiri sendiri (localhost) simarmata
dan paryudi (2010:1).
D. Model
Pengemangan Perangkat Lunak
Menurt Rosa
dan Salahudin (2011:24-27) SDLC atau Softwere Development Life Cycle atau
sering disebut juga System Development Life Cycle adalah proses
pengembangan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan
model-model dan metodologi yang digunakan orang untuk mengembangkan
sistem-sistem perangkat lunak sebelumnya (berdasarkan best practice atau
cara-cara sudah teruji baik).
1.
Model Waterfall
Model SDLC
air terjun (waterfall) sering juga disebut sikuensial linier (sequential
linear) atau alur hidup kelasik (classic life cycle). Model air
terjun menyediakan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut
dimulai dari analisa, desain, pengodean, pengujian, dan tahap pendukung (support).
Berikut adalah model gambar air terjun:
1.
Analis Kebutuhan perangkat lunak
Proses
pengumpulan kebutuhan dilakukan secara interaktif untuk mensfesifikasikan
kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang
dibutuhkan oleh user.
2.
Desain
Desain
perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan
program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak,
reperesentasi, dan prosedur pengodoan.
3.
Pembuatan kode program
Desain harus
ditraslisasikan kedalam program perangkat lunak. Hasil dari tahapan ini adalah
program computer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahapan desain.
4.
Pengujian
Penguian
fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan
bahwa semua bagian telah teruji.
2.2.
Teori Pendukunng
Merupakan alat yang digunakan untuk
menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan
simbol-simbol, lambang-lambang, diagram-diagram yang menunjukan secara tepat
arti dan fungsinya.
A. Struktur Navigasi
Menurut Prihatna (2005:51) Struktur
Navigasi adalah “Susunan menu atau hirarki dari suatu situs yang menggambarkan
isi dari setiap halaman dan link atau navigasi tiap halaman pada suatu situs
web”. Berikut bentuk dasar dari struktur navigasi adalah sebagai berikut
1.
Linear
Linear (satu alur)
merupakan struktur yang hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang
berurut. Dengan kata lain struktur ini hanya dapat menampilkan satu demi satu
tampilan layar secara berurut menurut urutannya.
2.
Hierarchical (Hirarki)
Struktur Hierarchi
(bercabang) ini percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria
tertentu. Tampilan pada menu pertama akan disebut sebagai Master Page
(halaman utama kesatu), halaman utama ini akan mempunyai halaman percabangan
yang dikatakan Slave Page (halaman pendukung). Jika salah satu halaman
pendukung dipilih atau diaktifkan, maka tampilan tersebut akan bernama Master
Page (halaman utama kedua), dan seterusnya.Yang terpenting dari struktur
penjejakan ini tidak diperkenankan adanya tampilan secara linear.
3.
Non Linear (Tidak
Berurut)
Struktur penjejakan Non
Linear (tidak berurut) merupakan pengembangan dari struktur
penjejakan Linear. Pada struktur ini diperkenankan membuat
penjejakan bercabang. Pemakai bebas menelusuri website tanpa dibatasi oleh
suatu rute dimana kontrol navigasi dapat mengakses ke semua halaman
manapun. Percabangan yang dibuat pada struktur Non Linear ini berbeda
dengan percabangan pada struktur Hierarchi, karena pada percabangan Non
Linear ini walaupun terdapat percabangan, tetapi tiap-tiap tampilan
mempunyai kedudukan yang sama tidak ada Master Page dan Slave
Page.
4.
Composite (Campuran)
Composite (campuran)
atau disebut juga struktur penjejakan bebas merupakan gabungan dari
ketiga struktur sebelumnya yaitu Linear, Non Linear dan Hierarchi.
Jika suatu tampilan membutuhkan percabangan, maka dapat dibuat percabangan,
dan bila dalam percabangan tersebut terdapat suatu tampilan yang sama
kedudukannya maka dapat dibuat struktur Linear dalam percabangan
tersebut.Setiap struktur peta penjejakan seperti yang baru di bahas mempunyai
fungsi dan tujuan tersendiri, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk.
B. Entity Relationship
Diagram
Menurut
fathansyah (2007b:70-77) “Pemakaian istilah ‘Model Keterhubungan-Entitas’ dalam
dahasa Indonesia dapat digunakan sebagai pandangan dari istilah asing: Entity
Relationship Diagram (E-R Model).” Akan tetapi, istilah Model Entity
Relationship telah demikian popular/umum digunakan dalam berbagai pembahasan
tentang analisis atau perancangan basis data.”
1.
Entitas (Entity)
Entitas merupakan individu yang
mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu
yang lain.
2.
Atribut (Attributes/properties)
Setiap entitas pasti memiliki
atribut yang mendeskripsikan karakteristik (properti) dari entitas
tersebut. Sebagai mana telah disebutkan sebelumnya, penentuan atau pemilihan
atribut-atribut yang relevan bagi sebuah Entitas merupakan hal penting lainnya
dalam pembentukan model data.
3.
Relasi (Relationship)
relasi menunjukan adanya hubungan
diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan yang berbeda. Misalnya
himpunan mahasiswa denagn nim =’980001’ dan nama_mhs ‘Ali Akbar’
(yang ada dihimpunan entitas mahasiswa) mempunyai relasi dengan entitas sebuah
matakuliah dengan kode_kul =’IF-110’ dan nama_kul = ‘Struktur
Data’. Relasi dari kedua entitas tadi mengandung arti bahwa mahasiswa tersebut
sedang mengambil atau mempelajari matakuliah tersebut disebuah perguruan
tinggi.
C. Derajat Relationship
Derajat dari relationshp
menjelaskan jumlah entity yang berpartisipasi dalam suatu relationship.
Terdapat tiga jenis derajat dari relationship, unary degree (derajat
satu), binary degree (derajat dua) dan ternary degree (derajat tiga).
D. LRS (Logical
Record Structure)
Menurut Ladjamudin (2006:210)
“terdapat dua aturan dalam melakukan transformasi E-R Diagram ke Logical
Record Structure (LRS).” Dua aturan tersebut yaitu:
1.
Setiap entity akan diubah ke bentuk sebuah kotak dengan nama entity
berada di luar kotak dan atribut berada di dalam kotak.
2. Sebuah relasi kadang
disatukan dalam sebuah kotak bernama entity, kadang dipisah dalam sebuah
kotak tersendiri.
Aturan pokok di atas akan sangat
dipengaruhi oleh elemen yang menjadi titik perhatian utama pada langkah
transformasi yaitu cardinality/kardinalitas.
E.
Pengujian Web
Pengujian adalah proses pemeriksaan atau evaluasi sistem
atau komponen sistem untuk memperifikasi apakah sistem yang di buat sudah
memenuhi dari kebutuhan yang dispesifikasikan atau perbedaan hasil yang
diharapkan dengan hasil yang terjadi
1.
Black box Testing
Menurut Harianto (2007:379), “konsep
kotak hitam digunakan untuk mereperensikan sistem yang cara kerja di
dalamnya tidak tersedia untuk diinpeksi. Di dalam kotak hitam item-item yang
diuji dianggap “gelap” Karena logika tidak diketahui, yang diketahui hanya apa
yang masuk dan apa yang keluar dari kaotak hitam.”
BAB III
PEMBAHASAN
1.1
Analisa
kebutuhan
Dengan adanya website
ini, penulis mengharapkan adanya suatu kemudahan fasilitas dalam memberikan
informasi lapangan yang diberikan website
ini kepada masyarakat luas. Maka dari itu dalam penyusunan tugas Web
Programming ini analisa kebutuhan yang dibahas adalah dari sisi pengguna bisa
memperoleh informasi serta memesan tiket objek wisata khususnya Proinsi Banten
secara online, sedangkan dari sisi
administrator web mempunyai peranan untuk pengelolaan data sumber, mengelola
data informasi, mengelola data pemesanan dan kategori data yang lain.
1.2
perancangan
perangakat lunak
Adapun perancangan lunak penulis
gunakan dalam pembuatan website ini
adalah sebagai berikut:
3.2.1 Rancangan Antar
Muka
Pada rancangan antar muka (interface) ini penulis akan
menggambarkan semua rancangan tampilan yang ada pada website.
A. Rancangan antar Muka login Admin
Gambar III.16 .Rancangan Antar Muka Login Admin
B.
Rancangan Antar Muka Beranda Admin
Gambar III.17.Rancangan
Antar Muka Beranda Admin
C.
Rancangan Antar Muka Daftar Member
GambarIII.18.Rancangan Antar Muka
Daftar Member
D.
Rancangan Antar Muka Login Member
Gambar III.19.Rancangan
Antar Muka Login Member
E.
Rancangan Antar Muka Pemesanan Tiket
Gambar III.20.Rancangan
Antar Muka Pemesanan Tiket
G. Rancangan
Antar Muka Data Pemesanan
Gambar III.21. Rancangan
Antar Muka Data Pemesanan
H. Rancangan
Antar Muka Konfirmasi Pembayaran
Gambar III.22.Rancangan
Antar Muka Konfirmasi Pembayaran
I. Rancangan
Antar Muka Komentar
Gambar III.23.Rancangan
Antar Muka Komentar
3.2.2. Rancangan Basis Data
A. Entity
Relationship Diagram (ERD)
Gambar
III. 24. Entity Relationship Diagram (ERD)
B. Logical
Relation Strukture (LRS)
Gambar III.25. Logical
Relation Strukture (LRS)
B.
Spesifikasi File
1. Spesifikasi
File
Nama file :
File Admin
Akronim :
Admin
Fungsi :
Untuk menyimpan file admin
Tipe File :
File master
Organiksasi :
Index sequential
Akses File :
Random
Media : Hardisk
Panjang Record : 26 karakter
Kunci Field :
Password
Software :
Mysql
Tabel
III. 26.Spesifikasi File Admin
No
|
Elemen
data
|
Nama
Field
|
Type
|
Size
|
Ketrangan
|
1
|
Username
|
Username
|
Varchar
|
18
|
|
2
|
Password
|
Password
|
varchar
|
8
|
Primary key
|
2.
Spesifikasi File Member
Nama file :
File Member
Akronim :
Member
Fungsi :
Menyimpan data Member
Type File :
File Master
Organisasi File : Index
Squential
Akses File :
Random
Media :
Harddisk
Panjang Record : 118 Karakter
Media :
Harddisk
Kunci Field :
_
Software :
Mysql
Table
III.27. Spesifikasi File Member
No
|
Elemen
data
|
Nama
Field
|
Type
|
Size
|
Keterangan
|
1
|
Nama_lengkap
|
Nama_lengkap
|
varchar
|
100
|
|
2
|
username
|
username
|
varchar
|
50
|
|
3
|
password
|
password
|
Varchar
|
50
|
|
4
|
alamat
|
alamat
|
Varchar
|
100
|
|
5
|
No_telp
|
No_telp
|
Varchar
|
14
|
|
6
|
Email
|
Email
|
Varchar
|
25
|
3.
Spesifikasi File Registrasi Member
Nama file :
FileRegistrasi Member
Akronim :
Registrasi Member
Fungsi :
Menyimpan data Registrasi Member
Type File :
File Master
Organisasi File : Index
Squential
Akses File :
Random
Media :
Harddisk
Panjang Record : 91 Karakter
Media :
Harddisk
Kunci Field : Idmember
Software : Mysql
Table III.28.Spesifikasi FileRegistrasi Member
No
|
Elemen
data
|
Nama
Field
|
Type
|
Size
|
Keterangan
|
1
|
Nama_lengkap
|
Nama_lengkap
|
varchar
|
100
|
|
2
|
username
|
username
|
varchar
|
50
|
|
3
|
password
|
password
|
Varchar
|
50
|
|
4
|
alamat
|
alamat
|
Varchar
|
100
|
|
5
|
No_telp
|
No_telp
|
Varchar
|
14
|
|
6
|
Email
|
Email
|
Varchar
|
25
|
4.
Spesifikasi File Pemesanan
Nama file :
File Pemesanan
Akronim : Pemesanan
Fungsi : Untuk menyimpan data Pemesanan
Tipe File : Filepemesanan
Organisasi File : Index Sequential
Akses File :Random
Media : Harddisk
Panjang Record : 148 Karakter
Kunci
Field : Nopesan
Software :
Mysql
Tabel
III.29.Spesifikasi File Pemesanan
No
|
Elemen data
|
Nama Field
|
Type
|
Size
|
Keterangan
|
1
|
Id_order
|
Id_order
|
Int
|
5
|
Primary key
|
2
|
Id_wisata
|
Id_wisata
|
int
|
10
|
|
3
|
Nama_pemesan
|
Nama_pemesan
|
varchar
|
100
|
|
4
|
alamat
|
Alamat
|
Varchar
|
50
|
|
5
|
email
|
email
|
Varchar
|
50
|
|
6
|
Status_order
|
Status_order
|
enum
|
||
7
|
Tgl_order
|
Tgl_order
|
date
|
||
8
|
Jam_order
|
Jam_order
|
time
|
||
9
|
Id_kota
|
Id_kota
|
int
|
3
|
|
10
|
Total_bayar
|
Total_bayar
|
int
|
11
|
5.
Spesifikasi File Konfirmasi Pembayaran
Namafile : Konfirmasi
Pembayaran
Akronim :
Konfirmasi Pembayaran
Fungsi :
Untuk menyimpan data Konfirmasi Pembayaran
Tipe
File :
File transaksi
Organisasi file : Index
sequential
Akses
File : Random
Media : Hardisk
Panjang Record :
159 Karakter
Kunci Field : No_konfirmasi
Software : Mysql
No
|
Elemen data
|
Nama Field
|
Type
|
Size
|
Keterangan
|
1
|
Id_konfirmasi
|
Id_konfirmasi
|
int
|
11
|
|
2
|
Id_orders
|
Id_orders
|
int
|
11
|
|
3
|
Bank
|
bank
|
varchar
|
100
|
|
4
|
Total_bayar
|
Total_bayar
|
int
|
11
|
|
5
|
Tgl_bayar
|
Tgl_bayar
|
date
|
||
6
|
Rek_pengirim
|
Rek_pengirim
|
varchar
|
20
|
|
7
|
Pemilik_rek
|
Pemilik_rek
|
varchar
|
50
|
Tabel III.31. Spesifikasi File Konfirmasi Pembayaran
3.2.3. Rancangan Struktur Navigasi
Struktur navigasi website
digunakan untuk menggambarkan secara garis besar isi seluruh situs web dan
menggambarkan hubungan antara isi - isi tersebut. Pembuatan struktur navigasi
ini akan sangat membantu nantinya ketika akan membuat rancangan seluruh halaman
website. Dalam pembuatan website ini penulis menggunakan
struktur navigasi campuran sebagai berikut:
Tabel
III.32.Struktur Navigasi Halaman Admin
Tabel III.
33.Struktur Navigasi Halaman User
3.3. Implementasi
dan Pengajuan Unit
3.3.1. Implentasi
A. Implementasi Rancangan Antar Muka
1.
Halaman Login Admin
Admin harus melakukan login terlebih dahulu untuk dapat masuk ke halaman admkinistarator,
berikut tampilan login admin pada website.
1. Halaman Member
Untuk dapat melakukan pesanan lapangan diwebsite
ini, Jika sudah member bisa langsung Login member diwebsite kami untuk memesan lapangan
2.
Halaman Registrasi
Member
Untuk dapat melakukan pemesanan lapangan diwebsite ini diperbolehkan menjadi
member, maka jika belum mendaftar menjadi member,bisa mendaftarkan diri dahulu
3. Halaman
Pemesanan
Untuk dapat melakukan pemesanan lapangan diwebsite ini, pengunjung dapat mengisi
daftar pemesanan yang telah disediakan.
4. Halaman
Lapangan
Untuk dapat melihat kategori wisata diwebsite ini, pengunjung dapat memasuki
menu pilian objek Wisata yang telah
disediakan.
5.
Halaman Data Pemesanan
Sebelum melakukan pembayaran terlebih
dahulu melakukan pengisian data
pemesanan melalui Data Pemesanan yang disediakan website
6. Halaman
Konfirmasi Pembayaran
Setelah melakukan pemesanan user terlebih
dahulu melakukan konfirmasi pembayaran
melalui konfirmasi pembayaran yang disediakan website
7. Halaman
Komentar
Untuk memberikan masukan ke admin, maka
user bisa memberikan komentarnya disini, sesuai dengan harapan si user dan
admin
B. Spesifikasi
Sistem Komputer
Berikut
ini adalah spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak minimum yang
dibutuhkan untuk mengimplementasikan aplikasi penyewaan futsal diwebsite.
1. Spesifikasi Perangkat keras
a.
Spesifikasi Perangkat Keras
1)
CPU
(a) Prosessor
Intel Pentium Core I3
(b) RAM
DDR3 2GB
(c) HardDisk
500 GB
(2)
Mouse
(3)
Keyboard
(4)Monitor
dengan resolusi layar minimum 1024x768
(5)Koneksi
internet dengan kecepatan 2 Mbps
b.Client
1)
Prosessor Intel Pentium 4
2)
RAM DDR3 2GB
3)
Keyboard
4)
Monitor dengan resolusi layar minimum 1024x768
5)
Koneksi internet dengan kecepatan 56 kbps2.
1)Sistem
operasi yang digunakan adalah Microsoft Windows.
2)Aplikasi bundle web server yang digunakan adalah Xampp yang terdiri dari beberapa komponen yaitu :
(a)
Aplikasi Mysql Server v5
(b)Apache
Server
(3)Aplikasi
web browser yang digunakan Mozila FireFox,Opera,InternetExplorer,Google
Chrome dan Touch.
b. Client
1)
Sistem operasi yang umum digunakan adalah Microsoft
Windows atau Linux
2)Aplikasi webbrowser seperti Mozila
Firfox,Internet Explorer,Google Chrome danTouch.
3.3.2. Pengujian Unit
Pengujian terhadap program yang dibuat
menggunakan black box testing yang focus terhadap masukan dan keluaran program.
A. Pengujian Terhadap Form Login Admin
Tabel III.34. Hasil Pengujian
BlackBox Testing Halaman Login Admin
No
|
Skenario
Pengujian
|
Test Case
|
Hasil yang diharapkan
|
Hasil Pungujian
|
Kesimpulan
|
1
|
Username dan password tidak diisi kemudian klik tombol
login
|
Username
(kosong)
PasswordLkosong)
|
Sistem akan menolak akses user dan menampilkan pesan
error
|
Sesuai harapan
|
Valid
|
2
|
Mengetikan username dan password tidak diisi(kosong)
Diisi kemudian klik tombol login
|
Username :isi
Password
(kosong)
|
Sistem akan
Menolak akses user dan menampilkan harapan isi bidang
ini
|
Sesuai harapan
|
valid
|
3
|
Username tidak diisi(kosong)password diisi kemudian
klik tombol login
|
Username: isi
Password
(kosong)
|
Sistem akan menolak Seakses user dan menampilkan harap
isi
|
Sesuai
harapan
|
Valid
|
4
|
Mengetikan salah satu
kondisi salahpada username atau password kemudian klik tombol login
|
Username:
(isi)
Password (isi salah)
|
User dan
menampilkan”Gagal login cek koneksi”
|
||
5
|
Mengetikan username
dan password dengan data yang benar kemudian klik tombol login
|
Username:
(isi benar)
Password(isi benar)
|
Sistem menerima akses”
login dan kemudian langsung menampilkan”sukses login
|
Sesuai harapan
|
valid
|
BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan yang dilakukan pada bab sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan
yaitu:
1.
Sistem
informasi pariwisata yang dikembangkan dapat dijadikan alat bantu dalam
pengelolaan data objek dan layanan wisata yang ada di Propinsi Banten.
2.
Dengan
memanfaatkan sistem informasi pariwisata ini, promosi pariwisata Propinsi
Banten dapat diakses dimanapun melalui internet.
3.
Dengan
pengoperasian sistem pariwisata yang secara online ini dapat menarik wisatawan
untuk berkunjung ke Propinsi Banten.
4.2. Saran
Berdasarkan pengoperasian sistem informasi pariwisata ini
kami penulis mengemukakan saran-saran yang sekiranya dapat bermanfaat bagi
pemilik dan pemakai yaitu:
1.
Agar
sistem ini lebih sempurna diperlukan pengembangan lebih lanjut terutama dalam faslitas-fasilitas
web yang lebih lengkap seperti email, chart-room, dan video streaming.
2.
Perlunya
dikembangkan sistem keamanan, agar web yang sudah disediakan dapat terjaga dari
hal-hal yang tidak diinginkan.
